Yogyakarta City’s Transportation

June 21, 2006

HASIL SURVEI VOLUME PENGGUNA SEPEDA; BBM Naik, Pengendara Naik 12,51%

Filed under: Pedestrian and NMV

HASIL survei tahun 2006, terungkap bahwa volume pengendara sepeda yang keluar masuk kota Yogya adalah 31. 018 unit dengan penyebaran 15.300 unit masuk kota dan 15.718 ke luar kota. Dari jumlah itu pengendara yang punya profesi sebagai pekerja 28.035 (21.435 putra dan 6.612 putri) serta pelajar 2.983 (1.999 putra dan 984 putri).

Masih diperinci lagi, dari sejumlah pekerja putra, 10.686 pekerja masuk kota dan 10.737 ke luar kota. Sedang 6.612 pekerja putri, 3.085 masuk kota dan 3.527 ke luar kota. Bila dihitung pekerja masuk kota saja tercatat 13.771, terdiri 10.886 putra dan 3.085 putri, serta pekerja ke luar kota 14.264 terdiri dari 10.737 putra dan 3.523 putri. Dari 1.999 pelajar putra, terdiri dari 1.027 masuk kota dan 972 ke luar kota. Sedang dari 984 pelajar putri, 502 masuk kota dan 482 ke luar kota.

Dibandingkan survei tahun 2005, survei tahun 2006 volume pengendara sepeda yang keluar masuk kota Yogya naik 3.449 (12,51%). Walaupun secara umum pengendara sepeda dalam survei tahun 2006 meningkat, tetapi di ruas-ruas jalan tertentu terjadi penurunan. Seperti misalnya di Jl Monjali terjadi penurunan 770 (58,82%), Jl Kaliurang 89 (9,42%) dan jalan Blok O Banguntapan 1,278 (54,24%).

Menaiknya harga BBM per 1 Oktober 2005 lalu diduga turut andil dalam meningkatkan jumlah pengendara sepeda. Erat kaitannya dengan kenaikan harga BBM, adalah kenaikan tarif angkutan umum. “Faktor ini diduga turut andil pula dalam meningkatkan jumlah pengendara sepeda bagi mereka yang merasa keberatan dengan kenaikan ongkos angkutan umum”, ungkap Cholis Aunurrohman.

Kondisi jalan yang mendaki, diperkirakan juga turut serta mengurangi jumlah volume pengendara sepeda, terbukti di jalan-jalan Monjali dan Kaliurang terjadi penurunan pengendara sepeda. Lebar atau sempitnya jalan, menurut Office Manager Instran itu, juga berpengaruh terhadap pengendara sepeda. Terbukti di jalan Blok O juga terjadi penurunan volume pengendara sepeda. Sedangkan di jalan-jalan yang relatif agak lebar seperti Jl Magelang, Jl Bantul, Jl Parangtritis terjadi peningkatan jumlah pengendara sepeda.

Ada tidaknya jalur sepeda— walaupun hanya berupa cat memanjang— diduga juga turut mempengaruhi volume pengendara sepeda, seperti di Jl Solo, Jl Magelang, Jl Bantul yang terbukti mengalami kenaikan.

Langkah Strategis

Menyimak data yang diperoleh Instran, jelas potensi pengendara DIY di wilayah Bantul, Sleman dan Kota Yogya masih ada. Karena itu Instran menyarankan perlu langkah strategis untuk penyelamatan agar sepeda masih tetap bertahan. “Bahkan diharapkan meningkat dari tahun ke tahun sehingga bisa menjadi alat transportasi alternatif yang murah bagi masyarakat, baik golongan kaya maupun miskin,” harap Cholis Anurrohman.

Rekomendasi yang diberikan Instran, Pemerintah Propinsi DIY maupun Pemerintah Kabupaten Bantul dan Sleman serta Pemerintah Kota Yogya perlu bekerjasama untuk membangun jalur khusus sepeda yang menghubungkan Kota Yogya dengan daerah sekitarnya (Bantul dan Sleman). “Paling tidak merevitalisasi jalur khusus sepeda yang sudah pernah ada tapi sekarang tidak ada karena terkalahkan oleh keberadaan sepeda motor,” sarannya.

Bila kehendak politik untuk membangun jalur khusus sepeda itu cukup kuat, maka frame berfikirnya, jangan didasarkan pada kondisi saat ini (existing condition), bahwa orang yang bersepeda terlalu kecil. Namun hendaknya didasarkan pada kondisi idealnya, yaitu orang tidak mau bersepeda karena merasa tidak aman dan nyaman di jalan. Tidak aman karena himpitan kendaraan bermotor dan tidak nyaman karena terik matahari. Kalau kondisinya aman dan nyaman, pastilah banyak warga di DIY yang akan bersepeda. Karena itu, agar makin banyak orang yang mau naik sepeda, perlu dibuatkan jalur khusus sepeda yang dilengkapi pohon perindang.

Potensi pengendara dari arah wilayah Bantul, yaitu Jl Wonokromo (2.998 unit), Jl Imogiri (6.463), Jl Parangtritis (7.659) dan Jl Bantul (7.379) cukup besar, maka Pemkab Bantul perlu mempelopori pembangunan jalur khusus sepeda dan pepohonan sepanjang Jl Wonokromo, Jl Imogiri, Jl Parangtritis, Jl Bantul dan Jl Madukismo. Demikian pula Pemkab Sleman membangun jalur khusus sepeda dan menanam lebih banyak pohon perindang di Jl Godean, Jl Magelang, Jl Monjali, Jl Kaliurang, Jl Gejayan,Jl Solo dan Berbah.

“Sedangkan bersama-sama antara Pemkab Bantul dan Sleman, mereka perlu membangun jalur sepeda di Jl Wonosari dan Jl Wates. Hal itu mengingat pengendara sepeda yang melalui jalan-jalan tersebut merupakan pertemuan antara warga Bantul maupun Sleman. Pemerintah Kota Yogya perlu membangun jalur khusus sepeda di wilayah kota”, simpul Instran.

Pembangunan jalur khusus sepeda itu selain akan meningkatkan jumlah pengendara sepeda di wilayah DIY, secara ekonomis juga berdampak pada peningkatan bisnis sepeda dan bengkel-bengkel yang dikelola orang kecil dengan modal minim.

Sumber: www.kr.co.id, 5 April 2006

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://yogyacity.blogsome.com/2006/06/21/hasil-survei-volume-pengguna-sepeda-bbm-naik-pengendara-naik-1251/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M