Kurangi Macet, Terapkan ‘Bayar Elektronik’
PROBLEMA kemacetan dan kepadatan lalulintas, tak cuma dialami negara berkembang seperti kota-kota besar di Indonesia dan Thailand, serta Bangladesh. Singapura, pun mengalaminya. Sehingga, berbagai upaya dilakukan pemerintah Singapura dalam mengurangi kepadatan jalan-jalan tertentu, yang selama ini memang jadi ’sasaran’ lalulintas mobil pribadi dan mobil-mobil perusahaan.
Salah satu sistem yang diterapkan adalah memasang alat yang dinamakan Electronic Road Pricing/ERP. Kalau kita melewati jalan-jalan tertentu di Singapura, khususnya jalan-jalan protokol dan jalan potensial kemacetan, di atas, biasanya menempel jembatan penyeberangan, akan tampak alat tersebut. Alat ini dilengkapi dengan sensor dengan teknologi canggih, sehingga bisa memantau semua jenis kendaraan yang lewat di bawahnya.
Sistem yang diberlakukan sederhana saja. Untuk setiap jalan, setiap mobil yang lewat akan tersensor dan kemudian dikenakan bayaran secara elektronik antara 80 sen hingga 2,8 dolar Singapura. Sehingga, jangan heran kalau mobil yang kita tumpangi, di sebelah kemudi terdapat sebuah kotak. Karena, kotak yang dinamakan cash box ini berisi persediaan uang untuk membayar ERP. Alat ini merupakan In Vehicle Unit. Jadi, pengemudi harus setiap saat mengontrol apakah persediaan uangnya mencukupi untuk bisa melewati jalan yang diberlakukan sistem ERP tersebut. Apabila persediaan uang sudah tak mencukupi, dan pengemudi lupa mengontrol, alat ini akan memberikan tanda warning kepada pemiliknya.
Memang, alat ini tampak cukup efektif karena mulai banyak kendaraan yang terpaksa menghindari jalan-jalan ERP. Alhasil, kepadatan lalulintas pun bisa diratakan dan disebar di beberapa jalan lainnya. Pemberlakuan sistem ERP adalah jam-jam tertentu, sementara untuk jam sepi dan tidak sibuk, dibebaskan, seperti misalnya pukul 10.00-12.00 dan pada tengah malam.
Penerapan sistem ini berjalan dengan efektif dan lancar, karena hampir semua pengendara paham betul aturan lalulintas dan mereka mentaatinya dengan penuh kesadaran. Wisatawan yang berkunjung ke Singapura, akan dibuat nyaman berada di jalan, baik memakai kendaraan sewa, maupun angkutan umum. Sebab, selain budaya ‘mengalah’ sangat dirasakan, juga hampir tak pernah mendengar suara klakson mobil. Suasana tenang benar-benar terasa di jalan raya. Dengan penerapan ERP ini, kenyamanan pemakai jalan menjadi makin terjamin. Kuncinya sederhana, yakni kesadaran dan menghargai orang lain.
Sumber: www.kr.co.id, 6 Mei 2006
