BANDARA ADISUTJIPTO MASIH PADAT PENUMPANG; Terminal Barat akan Segera Difungsikan
Secara bertahap, terminal barat Bandara Adisutjito yang hancur terkena gempa bumi mulai difungsikan kembali. Meski belum seluruhnya, namun dalam waktu dekat, layanan penumpang pesawat udara melalui terminal ini sudah dilakukan.
Menurut Manajer Administrasi dan Keuangan Bandara Adisutjipto, Aryadi Subagyo kepada KR, Rabu (21/6) kemarin mengemukakan, meski terminal sebelah barat sudah difungsikan, namun demikian terminal sebelah timur dioperasikan. Rencananya, untuk terminal sebelah timur yang biasanya untuk penerbangan internasional ini, digunakan untuk penumpang pesawat Garuda. Sedangkan untuk penumpang pesawat lainnya, diarahkan ke terminal barat. Meski demikian, pembagian ini tidak mutlak.
“Saat ini, terminal sebelah barat masih terus diperbaiki. Bagian yang akan difungsikan adalah sebelah belakang dari bagian yang rusak. Sedangkan untuk bagian depan, memang belum segera direnovasi, namun akan ada pagar pembatas. Dikemukakan Aryadi, sampai saat ini jumlah penumpang pesawat udara yang melalui bandara Adisutjipto cukup tinggi. Setiap hari ada sekitar 3.400 penumpang. Jumlah ini memang cukup padat.
“Saat liburan, jumlah penumpang akan bertambah lagi. Sebelumnya jumlah penumpang juga cukup tinggi, karena banyak kerabat dari luar daerah ingin menengok saudara yang terkena musibah gempa,” katanya.
“Kepadatan ini memang luar biasa. Mereka menyerbu loket maskapai penerbangan, dan membuat pesawat cukup penuh,” katanya.
Dikemukakan Aryadi, berusaha untuk tetap menjaga layanan dengan baik terhadap calon penumpang, meski kondisi bandara sebagian rusak akibat gempa.
Kapasitas ruang tunggu dan keberangkatan internasional ini memang terbatas, yakni hanya menampung sekitar 180 penumpang saja. Untuk mengatasi keterbatasan daya tampung tersebut, maka penumpang yang masuk di ruang keberangkatan ini adalah yang sudah mau berangkat setelah sebelumnya melakukan boarding pass.
Sebelumnya, bandara sempat ditutup karena terjadi retak-retak di landasan pacu. Bandara dapat dibuka kembali setelah retak-retak diperbaiki. Landasan yang mengalami keretakan berada di sebelah barat, atau dekat dengan jurang sungai. Keretakan berada di hampir separuh landasan. Sehingga memaksa bandara tidak dapat dioperasionalkan.
“Yang jelas, semua jadwal penerbangan melalui bandara tetap dapat dilayani,” tambahnya.
Salah satu penumpang mengemukakan, kepergian ke Jakarta dan tinggal di tempat saudara semata-mata untuk menenangkan diri. Jika terus di Yogya, rasanya tidak nyaman, karena harus tidur di luar dan dilanda cemas karena gempa susulan masih terjadi.
Sumber: Kedaulatan Rakyat Online, 22 Juni 2006
